Kolaborasi Bersama Masyarakat, KKN Profesi Kesehatan UNG Gelar MMD I di Tamalate

banner 468x60

BIN.comGORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) I di Kelurahan Tamalate, Pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun program kerja berbasis kebutuhan masyarakat dengan fokus mewujudkan Kelurahan Peduli Ibu dan Anak melalui pendekatan kearifan lokal.

 

banner 336x280

MMD I menghadirkan pemerintah kelurahan, Tenaga kesehatan (Puskesmas Kota Timur), Pemerintah Kecamatan Kota Timur, Kader Kesehatan, hingga tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Forum ini dimanfaatkan untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan yang dihadapi warga, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak, sekaligus menyusun program yang sesuai dengan kondisi di Kelurahan Tamalate.

 

Dalam forum tersebut, mahasiswa memaparkan hasil observasi lapangan, identifikasi permasalahan, serta rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Program yang disiapkan berfokus pada edukasi kesehatan ibu hamil, pemantauan kesehatan ibu dan anak, peningkatan peran keluarga dan kader kesehatan, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari upaya membangun perilaku hidup sehat.

 

Koordinator Kelurahan KKN Profesi Kesehatan UNG di Kelurahan Tamalate mengatakan, MMD I menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antara mahasiswa dan masyarakat sebelum seluruh program dijalankan.

 

“Melalui MMD I ini, kami ingin memastikan seluruh program yang akan dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kelurahan Tamalate. Fokus kami adalah mendorong terbentuknya kelurahan yang peduli terhadap ibu dan anak dengan tetap mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan dalam membangun kesehatan bersama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Profesi Kesehatan UNG menjelaskan bahwa program Kelurahan Peduli Ibu dan Anak merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

 

Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal menjadi strategi penting agar setiap program yang dijalankan dapat diterima, dipahami, dan dilanjutkan oleh masyarakat meski masa KKN telah berakhir.

 

“Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

 

Selain menjadi forum pemaparan program, MMD I juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat. Berbagai masukan, harapan, serta rekomendasi dari warga menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan program kerja agar lebih tepat sasaran.

 

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG menegaskan komitmennya untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, Tenaga kesehatan (Puskesmas Kota Timur), Pemerintah Kecamatan Kota Timur, Kader Kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kelurahan Tamalate.

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *